Selamat Datang di Website

Panti Santa Dymphna

 

 “...sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudari-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25:40).

Segala sesuatu  yang kamu lakukan...., itu apa saja yang dimaksudkan Yesus. Dan,  yang paling hina menurutNya, itu siapa saja!? Inilah pertanyaan sekaligus refleksi mendasar atas teks biblis ini. Jawaban yang dibutuhkan adalah sebuah jawaban riil-kontkstual. Refleksi atas teks ini bermuara dalam aksi nyata panti.

Bagi kami, kaum disabilitas dengan gangguan mental dan sakit saraf atau yang umum disebut "orang gila" adalah kelompok masyarakat yang paling hina. Kehinaan bukan karena  kecacatannya, tapi karena harkat, martabat dan hak-haknya tidak diakomodir oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah. Bahkan mereka dianggap aib dan tak berguna. Martabat kemanusiaannya dipungkiri. Maka mereka dimarginalkan dalam banyak hal. Ada stigma terhadap mereka. Karena itu, aktualisasi refleksi atas teks ini didasarkan atas hak-hak dan martabat kemanusiaan kaum disabilitas. Bukan atas dasar belaskasih semata.

Melakukan sesuatu sekecil apapun bagi mereka, itu yang penting. Bukan hanya merasa  kasihan atas nasib mereka atau berdoa saja untuk mereka. Hak dan martabat mereka  mesti dilayani dan diperjuangkan. Membangun panti, menampung, merawat, memberi  makan dan minum, memberi tumpangan dan pakaian kepada disabilitas dengan gangguan mental dan sakit saraf adalah bagian dari perbuatan kecil untuk mereka yang dianggap hina oleh kita. Bagi kami, kesembuhan adalah berkat dan kuasa Tuhan, karena  kami tidak memiliki kapasitas dan kompetensi itu. Tepi membangun panti untuk mereka, menampung, merawat, memberi mereka tumpangan, makanan/minuman dan pakaian, itu adalah bagian dari pelayanan terhadap mereka dan juga terhadap Tuhan sendiri. Itulah yang dapat kami terjemahkan dari perkataan Yesus dalam perikop di atas. Dan tentu dasar dari semua pelayanan ini adalah Belas Kasih Allah. Kasih yang diperoleh cuma-cuma dari Allah,  dibagikan kepada sesama terutama yang membutuhkan.

Tanggal 26 Januari 2004, adalah sebuah momen bersejarah bagi panti santa Dymphna. Peletakan batu pertama pembangunan panti ini, seakan-akan simbol bahwa di atas batu ini, Allah percayakan mereka yang dianggap hina oleh kita. Dan di atas wadas SabdaNya itu,   panti ini berkiprah dengan aksi-aksi nyata. Kendati kiprahnya sering tertatih-tatih kerena tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Tapi kami percaya, Dia yang memulai, Dia pula yang akan menyelesaikan segala persoalan dan tantangan dengan caraNya sendiri. Kami percaya bahwa masih banyak  hati yang peduli dengan karya kami ini dan memiliki hati yang berbelaskasih. (By Dionisius Ngeta, Program Coordinator)

Selamat Mengunjungi Website kami!

 

 

 

 

 

EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish

Forum Diskusi

proficiat

anak kos st. martinus | 08/11/2012

kasih Tuhan selalu dalam lindunganmu, engkau adalah pahlawan yang selalu ada dimata kami,engkau adalah bintang penunjuk untuk sesamamu, engkau adalah jembatan hidup bagi sesamamu yang selalu mebutuhkan pertolonganmu,kami anak kos st. martinus asuhan ibu yus mendoakan semoga mama sr Lusia dkk, selalu diberikan kesehatan agar tetap dalam menjalankan tugasnya yang mulia itu tanpa halangan apapun.

Items: 1 - 1 of 6
1 | 2 | 3 | 4 | 5 >>

New comment